6 Kepala OPD Diisi Pejabat Baru

BANGKA BARAT — Sebanyak 27 orang terdiri dari pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas dilantik Bupati Bangka Barat, H. Sukirman di Gedung Graha Aparatur, Pemkab Bangka Barat di Desa Belo Laut, Muntok, Senin ( 30/8 ) siang.

Diantara enam kepala OPD tersebut terdapat satu wajah baru yang masuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yaitu Muhammad Ali yang dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Sebelumnya, Muhammad Ali menjabat sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik di Kesbangpol Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Para kepala OPD yang dilantik adalah Kepala Inspektorat, Fachriansyah, Kepala BP2RD, Helwanda, Kepala BPBD,
Achmad Nursyandi, Kepala Kesbangpol
Syafrizal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Yopie Mardiana, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muhammad Ali serta Kasat Pol PP dan Damkar, Sidharta Gautama.

Bupati Bangka Barat, Sukirman mengatakan, enam Kepala OPD yang dilantik merupakan orang – orang baru dijajaran pejabat tinggi pratama, khususnya Muhammad Ali sebagai pendatang baru dari Pemprov Babel.

” Sesuai menang lelangnya, enam itu baru semua, bukan karena kita milih tapi karena prestasi mereka,” ujar Sukirman.

Dikatakannya, dalam waktu dekat akan ada lagi kepala OPD yang memasuki masa pensiun. Dan saat ini pun masih ada empat jabatan kepala dinas yang masih kosong.

” Ke depan kita ini bakal ditinggal beberapa OPD yang pensiun, kita butuh enam orang tapi belum ada sampai sekarang dan masih ada yang kosong. Ada empat yang kosong, Dinas PUPR, Diskominfo, Dinas Koperasi dan UKM serta Disperkimhub,” kata Sukirman.

Dalam arahannya Bupati meminta semua pejabat yang dilantik lebih mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi, khususnya dalam mengemban amanah mendukung visi dan misi Kabupaten Bangka Barat.

” Target PAD kita 74 milyar baru terealisasi 43 persen. Jadi BP2RD yang baru mudah – mudahan nanti akan merealisasikan hal tersebut. Untuk Inspektorat segera jadikan di desa itu mitra kita bukan untuk ditakut – takuti, kemudian pulangnya dapat kertas merah dan beras merah, jangan. Tapi mereka butuh sentuhan kita karena jangan sampai mereka salah mengelola keuangan mereka,” pesan Sukirman. ( SK )