Pemkab Bateng Gandeng Politeknik Penerbangan Palembang

oleh

BANGKA TENGAH — Bertempat di Ruang Pertemuan Camat Pangkalan Baru, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah menggelar sosialisasi kegiatan yang membahayakan operasi pesawat udara di Wilayah Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Depati Amir Bangka, Kamis (04/08/2022).

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan kegiatan yang dilakukan ini adalah sebagai bentuk edukasi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya aturan dan petunjuk tentang keselamatan masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka silahturahmi, diisi dengan memberikan edukasi pemahaman kepada masyarakat pentingnya aturan dan petunjuk tentang keselamatan masyarakat di sekitaran Bandara agar persepsi pemerintah dan masyarakat juga sama,” ujar Bupati Bangka Tengah ketika ditemui.

Lanjut Algafry, Ia berharap selesai dari sosialisasi ini, semua pihak dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi dan akan menelusuri tindak dan penandaan kawasan aman di sekitaran Bandara.

“Tentu yang ikut sosialisasi harus memberikan informasi ini ke masyarakat, bahkan Pemkab Bateng akan menelusuri bangunan yang tidak memiliki izin dan bangunan di area terlarang,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur II Pusat Penelitian Pengembangan Politeknik Penerbangan Palembang, Bambang Wijaya Saputra, menjelaskan untuk tinggi bangunan di sekitar Bandara hendaknya sesuai aturan yang berlaku, karena jika melebihi batas, dapat membahayakan.

“Saat mendekati pendaratan, tidak boleh ada bangunan yang melebihi dari 50 meter dan jika sudah terlanjur, tetapi bangunan tersebut tidak permanen, maka bisa ditertibkan,” katanya.

Terlaksananya kegiatan ini, menurut Dinas Diperkimhub Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Palembang Bidang Studi Manajemen Bandara.

“Jadi kegiatan sosialisasi ini tujuannya agar bisa menciptakan pembangunan yang tertib di wilayah Kabupaten, terkhususnya di seputar wilayah Bandara,” ujar Fani.

Dalam kegiatan sosialisasi kali ini kata Fani, pihaknya melibatkan aparatur di RT/RW, desa/kelurahan dan kecamatan yang bersinggungan dengan wilayah Bandara.

“Kita sampaikan informasi kepada mereka (aparatur-red) sebagai penyambung lidah kita ke masyarakat, agar bisa paham dan mendapat edukasi. Bahkan kita turut mengundang beberapa pengusaha yang sudah berinvestasi di Pangkalan Baru,” jelasnya.

“Setelah sosialisasi ini, mudah-mudahan masyarakat teredukasi dan bangunan yang ada di sekitar Bandara tidak menyalahi aturan,” harap Fani. (*)


Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah