Ridwan Djamaludin Dimata Keluarga, Cerdas Sejak Kecil

oleh -97 Dilihat
Ridwan Djamaluddin saat masih muda. Foto ini diambil Inpost di kediaman Atika, kakak kandung Ridwan di Jalan Kejaksaan, Muntok, Kamis ( 12/5/2022 ).

BANGKA BARAT — Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc., memang sudah cerdas sejak kecil. Hal itu dapat dilihat dari prestasinya saat duduk di bangku SD dan SMP, ia selalu menempati ranking pertama di kelasnya.

Hal tersebut diungkapkan Atika ( 68 ), salah seorang kakak kandung Ridwan Djamaluddin saat ditemui di kediamannya, di Jalan Kejaksaan, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis ( 12/5 ).

Menurut dia, sosok Ridwan kecil biasa – biasa saja dan cenderung tidak banyak bicara. Ridwan mengawali pendidikan di SD dan SMP Santa Maria di Kecamatan Muntok, kota kelahirannya. Setelah itu Ridwan hijrah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di SMA Santo Aloysius.

” Dia kelahiran Muntok, dia SD dan SMP juga di Muntok, kalau SMA lanjut di Bandung. Kalau pinternya, udah kelihatan dari kecil karena sering ranking di kelas,” tutur Atika.

Setelah itu, Ridwan melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung ( ITB ) jurusan geologi, lulus S2 di University of Twente jurusan ITC, Belanda dan S3 geografinya dirampungkan di Texas A&M University, Amerika Serikat.

Hal yang paling menonjol dari Ridwan menurut Atika, selain cerdas, anak bungsu dari lima bersaudara itu selalu tegas, disiplin, on time atau tepat waktu.

” Memang orangnya prinsipnya tegas dan disiplin dari dulu, kalau janji ketemu sama orang jam 8, ya jam 8 itulah dia harus ketemu,” papar Atika.

Ridwan Djamaluddin yang lahir di Muntok, 24 Maret 1963 adalah putra dari Alm. H. Abdullah Djamaluddin dan Almh. Hj. Raden Ayu Indrawati. Sang Ibunda, Raden Ayu Indrawati merupakan saksi sejarah pengasingan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno di Pasanggrahan Banka Tin Winning, Muntok tahun 1949.

Raden Ayu Indrawati meninggal dunia dalam usia 92 pada Senin ( 3/1/2022 ) silam.

Atika menuturkan, hampir setiap tahun adik laki – laki satu – satunya itu pulang kampung untuk melihat ibu dan keluarganya di Muntok.

” Kalau pulang ke rumah itu hampir setahun sekali, kerap lihat ibu sewaktu masih ada, dan peduli juga sama sanak keluarganya yang di Muntok. Kalau makanan dia tiap hari ayam kampung itu, karena dulu belum ada ayam potong, tiap hari ayam,” tuturnya.

Atika berharap setelah dilantik sebagai Pj. Gubernur Provinsi Bangka Belitung, adik bungsunya itu dapat mengemban amanah dengan sebaik – baiknya.

” Harapan keluarga ya, beliau bisa mengemban amanah sebaik – baiknya untuk memimpin Bangka Belitung. Semoga beliau senantiasa diberikan kesuksesan dan kesehatan,” ucap Atika.

Sifat tegas, tepat waktu dan perduli dengan keluarga yang dimiliki Ridwan juga diakui oleh sang keponakan, Henni Widyastuti, PNS Protokol Sekretariat Pemda Bangka Barat. Henny berharap dibawah kepemimpinan pamannya, Provinsi Bangka Belitung akan mengalami banyak perubahan.

” Di mata Henni Pak Ridwan adalah seseorang yang tegas, on time, care sama keluarga dan luar biasa pintar. Harapannya Insya Allah dengan tugas baru yang diemban membawa keberkahan untuk semua, khususnya Provinsi Bangka Belitung. Semoga Provinsi Bangka Belitung banyak perubahan – perubahan dan inovasi – inovasi baru,” harap Henni. ( SK )