Kasus Kematian Operator PC di Jebu Laut Masih Misterius

Anggota Polsek Jebus mengevakuasi jenazah Komar, operator excavator yang ditemukan tewas di perkebunan karet Dusun Jebu Laut, Desa Cupat, Sabtu ( 15/1 ) lalu.

BANGKA BARAT — Sat Reskrim Polres Bangka Barat masih belum menemukan titik terang kasus kematian Komar, seorang operator excavator atau PC yang ditemukan tewas di perkebunan karet Dusun Jebu Laut, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Sabtu ( 15/1 ) lalu.

Tim Gabungan Polres Bangka Barat bersama Polsek Jebus masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Setiadi Purba, hingga hari ini pihaknya belum menetapkan satu tersangka pun.

” Belum ada ( tersangka ), kita masih melakukan penyelidikan maksimal, Doakan dalam dua hari ini bisa di ungkap bro,” tulis Robby saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa ( 18/1 ) kemarin.

Almarhum Komar merupakan warga Lampung yang sudah berdomisili di Bangka Barat selama 17 tahun, atau sejak 2004 hingga dia ditemukan tewas di dalam excavatornya Sabtu lalu.

Robby melanjutkan, jenazah Komar langsung dibawa ke Lampung. Polisi tidak melakukan otopsi karena pihak keluarga korban menolak.

“Jenazah korban sudah dimakamkan di Lampung. Jenazah tidak dilakukan otopsi karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan ingin segera mengkebumikan jenazah di kampung halamannya di Lampung,” kata Robby.

Diberitakan sebelumnya, seorang operator excavator bernama Komar, warga Dusun Jebu Laut, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perkebunan karet, Sabtu ( 15/1/2022 ).

Pria malang tersebut ditemukan tewas di dalam excavatornya di Dusun Jebu Laut oleh warga setempat sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi.

Kapolsek Jebus, Kompol Galih Widyo Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Galih, dugaan sementara, Komar tewas karena dibunuh. Hal itu terlihat dari luka – luka di tubuhnya.

” Awalnya dari penemuan mayat, cuman dugaan awalnya hasil pemeriksaan awal ada luka diduga dibunuh. Tapi sementara kita belum menyimpulkan pembunuhan,” ujar Galih, Sabtu ( 15/1 ).

Galih mengatakan, luka – luka yang ada di tubuh almarhum Komar disebabkan oleh senjata tajam. Dari situ lah muncul dugaan sementara penyebab kematiannya karena dibunuh.

Namun pihaknya masih akan melakukan penyelidikan dan mendalami hal itu. Sejauh ini tidak ada saksi yang mengetahui kejadian tersebut, apalagi lokasinya berada di perkebunan karet di Dusun Jebu Laut.

” Untuk luka ada sobek diduga benda tajam, di pelipis mata kanan. Untuk kondisinya, meninggal di atas excavator. Untuk sementara belum ada yang mengetahui kejadian itu karena lokasi di kebun karet. Tapi saat ini, masih kita dalami semua lah,” tutup Galih. ( SK )