Kasus Lakalantas di Gedung Diklat Pemda Babar Masih Gelap

oleh
Anggota Gakkum Piket Sat Lantas Polres Bangka Barat saat melakukan penyelidikan di TKP lakalantas di ruas jalan dekat Gedung Diklat, Pemda Bangka Barat, Minggu ( 20/3 ) malam kemarin.

BANGKA BARAT — Kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa PS alias MA ( 21 ), warga Kampung Rintis, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok di ruas jalan Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Bangka Barat pada Minggu ( 20/3 ) lalu masih gelap.

Sampai saat ini Sat Lantas Polres Bangka Barat belum menemukan petunjuk apa pun. Pasalnya, baik para saksi maupun warga setempat cenderung bungkam saat dimintai keterangan oleh Polisi.

Bahkan menurut Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Bangka Barat, Bripka Firman Lesmana, hingga saat ini pun pihaknya masih belum menemukan barang bukti sepeda motor yang dikendarai korban, almarhum PS alias MA.

” Ini membuat kami terkendala dalam hal pengungkapan kronologis dan identitas sepeda motor. Sampai saat ini barang bukti belum kami temukan, seakan – akan barang bukti ini disembunyikan atau menghindar dari penanganan proses penyelidikan yang ada di kepolisian,” terang Firman Lesmana di Kantor Sat Lantas, Rabu ( 23/3 ).

Kendala lainnya, teman – teman korban dan pihak keluarganya juga ikut bungkam. Menurut Firman, tidak seorang pun dari mereka yang bersedia memberikan keterangan terkait kronologi atau pun informasi terkait kecelakaan maut tersebut, bahkan saat ditemui di RSUD Sejiran Setason, semua saksi lebih memilih mengelak saat ditanya Polisi.

” Kami telah melakukan pengecekan terhadap korban yang saat itu dirawat di rumah sakit umum. Pada saat kami mendatangi rumah sakit umum, banyak pemuda yang saat itu berkumpul di rumah sakit. Kami mempertanyakan keberadaan mereka dan tentang apa yang mereka ketahui tentang korban,” ucap dia.

Sat Lantas hanya menemukan sedikit petunjuk berupa serpihan sepeda motor pasca kecelakaan saat melakukan olah TKP. Serpihan – serpihan itu lah yang kini diamankan ke Mako Lantas sebagai barang bukti.

” Kami hanya menemukan pecahan kendaraan, goresan kendaraan, jadi barang bukti yang kami simpan hanya pecahan sepeda motor. Keluarga korban juga tidak bisa menjelaskan sepeda motor apa yang dikendarai,” tutup Firman. ( SK )