Kisah Kailani, Seorang PNS Dikeroyok 8 Orang

BANGKA — Kailani (47), seorang PNS Kabupaten Bangka, yang baru-baru ini diberitakan menjadi korban pengeroyokan hingga berujung pembacokan pada Minggu pekan lalu, saat ini sedang manjalani perawatan di kediamanya.

Usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit selama kurang lebih 4 hari, kondisi korban saat ini terbaring lemah, serta kepala dan kakinya pun dililit perban.

Ditemui di kediaman orang tua istrinya, di Gang Raya II, Kota Sungailiat, Jum’at (28/01) siang. Kailani menceritakan kejadian yang menimpanya. Kata Kailani, pada saat kejadian dia sedang berada di kediamannya di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali. Menurutnya, dia didatangi 8 orang yang langsung menganiaya dirinya. Padahal pada saat itu, kata Kailani, kondisi pagar rumah dalam keadaan tertutup namun tidak dalam kondisi terkunci.

8 orang itu, lanjut Kailani, masing-masing membawa senjata berupa kayu hingga pisau.

” Kejadian itu hari Minggu kemarin sekitar habis Shalat Maghrib lah, saya lagi duduk di rumah (di Desa Air Duren). Waktu itu rumah juga ditutup, pagar ditutup karena Maghrib. Nah, datang 8 orang, langsung mukul saya. Mereka datang serempak, buka pagar, ada 8 orang, langsung nyerang berbarengan, bawa kayu, parang dan pisau,” ungkapnya, sembari menahan rasa sakit.

Mirisnya, dia mengenali semua wajah-wajah orang yang melakukan penyerangan terhadap dirinya itu. Penyebab terjadinya penyerangan itu, Kailani mengaku, sebelumnya salah satu dari terduga pelaku pengeroyokan pernah terlibat cekcok dengan adiknya. Namun, kata Kailani, kejadian itu sudah sejak satu tahun lalu, dan sempat melalui proses hukum di Kepolisian meski pada akhirnya berujung mediasi.

” Kenal semua 8 orang itu, dulu pernah ribut sama adik kami, salah satu dari mereka itu, anaknya ngambil ikan. Mereka pendatang semua, rumah pun jaraknya sekitar 200 meter lah dari rumah kami,” kata dia.

Istri korban yaitu Sisca, pada saat itu juga mengaku melihat kejadian itu.

” Waktu kejadian, kami berdiri ditengah pintu, saya benar-benar menyaksikan,” kata Sisca.

Usai dikeroyok, kondisi korban pun berlumuran darah, dan dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Kailani pun mengaku, sempat tak kuasa lagi menahan rasa sakit itu.

” Sebenarnya nggak kuat lagi lah, tapi karena anak istri saya mikirin mereka dimana,” ujarnya.

Kasus itupun saat ini, dalam penanganan pihak Kepolisian Polres Bangka. Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan, saat dikonfirmasi via pesan Whatsappnya, Kamis kemarin menyebutkan, kasus itu dalam proses penyidikan.

” Masih proses penyidikan, satu per satu sudah ditangkap,” tulisnya. (Randhu)